kampanyeBaru saja saya menonton acara wawancara MetroTV dengan Bapak Permadi yang merupakan Anggota DPR RI. Wawancara tersebut membahas tentang topik yang saat ini sedang hangat-hangatnya, yaitu pelecehan Malaysia terhadap Indonesia dengan meng-klaim tari Pendet sebagai bagian dari kebudayaan Malaysia.

Di wawancara tersebut, Permadi sangat berapi-api menyatakan bahwa klaim demi klaim yang terjadi dan dilakukan oleh Malaysia terhadap kebudayaan ataupun wilayah teritorial Republik Indonesia, adalah karena lemahnya pemerintah Republik Indonesia dalam menghadapi kasus demi kasus. Sehingga semakin lama Malaysia semakin menjadi-jadi dalam melakukan aksinya. Info terakhir adalah adanya postingan di suatu forum online yang memplesetkan syair lagu Indonesia Raya menjadi tak karuan. Kita belum bisa pastikan apakah ini merupakan pekerjaan iseng atau sengaja orang luar Indonesia, atau ada pihak-pihak lain yang sengaja memancing di air keruh. Berdasarkan info dari wawancara di MetroTV itu, postingan tersebut berasal dari Singapura. Wah, koq jadi makin banyak nih peserta-nya ya? Apakah ada juga negara lain selain Malaysia yang juga sangat benci terhadap Indonesia?

Kebencian Malaysia terhadap Indonesia (berdasarkan wawancara) ditengarai  karena permasalahan TKI. Tenaga Kerja Indonesia dianggap sebagai rampok, maling, tukang tipu, dan seabrek hujatan lainnya. Yang menyebabkan mereka (Malaysia-red) sah-sah saja untuk melakukan tindakan biadab terhadap  TKI, seperti pelecehan, pemukulan, penganiayaan, pemerkosaan, dan tindakan biadab lainnya……. sebegitu parahkah?

Tapi apakah benar  hujatan Permadi (yang juga paranormal) ini terhadap lemahnya pemerintah Indonesia  dalam menyikapi hal ini? sementara itu pemerintah Malaysia hanya menyikapi biasa saja tentang hal ini. Untuk masalah tari Pendet, pemerintah Malaysia hanya menyatakan bahwa ini tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintah. Iklan tentang Malaysia tersebut dibuat dan diterbitkan oleh swasta, jadi pemerintah Malaysia tidak tahu menahu…… koq bisa ya?

Di wawancara tersebut Permadi juga mengingatkan kembali era Ganyang Malaysia di jamannya Bung karno. Permadi menyebutkan bahwa pada pidato Ganyang Malaysia, Bung Karno menyampaikan 10.000 tentara Malaysia masuk Indonesia, maka akan ada 100.000 sukarelawan berani mati Indonesia yang akan mengusirnya…….. Permadi juga sangat mengutuk Malaysia karena tidak saja melakukan tindakan biadab terhadap TKI tetapi juga mengirimkan Teroris-nya ke Indonesia seperti Noordin M Top dan DR. Azhari.

Akankah Ganyang Malaysia bangkit kembali? Wallahu ‘alam bishshawab….. who knows? Tapi kalau menyimak pernyatan Permadi yang menyatakan bahwa biarpun Indonesia kalah dari segi kecanggihan persenjataan Militer dari Malaysia, namun dari segi fisik dan mental, Indonesia menang jauh. Tentara Malaysia karena makmurnya jadi gendut-gendut dan takut kotor apalagi mati. Sementara Tentara Indonesia sudah terlatih baik fisik maupun mental, dan bukan saja Tentara Indonesia, tapi rakyat Indonesia mempunyai mental Bonek (Bondo Nekat) yang gak takut mati, apalagi demi mempertahankan negaranya sendiri. Tapi anggapan bahwa militer Indonesia dianggap gak ada apa-apanya dibanding Malaysia adalah salah besar. Buktinya bahwa KOPASSUS menjadi pasukan elite terhebat ketiga didunia. Amerika Serikat dan Australia pun pernah takut waktu di era 90-an KOPASSUS ingin menambah besar pasukannya. Hal ini dibahas di blog-nya Samudro. Jadi ngapain khawatir. Kalau mau perang sama Malaysia, kita gak akan kalah deh…… cukup dengan Bonek dan KOPASSUS aja, selesai koq….

Akankah hal ini menjadi terus berlarut-larut? akankah terjadi ganyang Malaysia ke-2? Mampukah Indonesia keluar dari tekanan-tekanan ini……… waktulah yang akan menjawabnya…………….

Atau ada komentar lain dari rekan-rekan blogger?

Bookmark and Share